Mitigasi Iklim

Detail Aksi

Panduan dan referensi metodologi aksi mitigasi.

Kembali ke daftar
NDCFOLU-5

Rehabilitasi Lahan (RHL)

Gas GRK

CO₂

Tipe hasil

Serapan karbon

Sektor

Kehutanan dan Lahan

Sub sektor

Sub Sektor Kehutanan

Rumus / formula

Pers. 23 — Total Serapan Tambahan RHL

SRHL = SM-RHL – SB-RHL

Pers. 21 — Serapan Baseline

SB-RHL = ([ABR-2010 × RBR-2010] + [ABR-2011- × RBR-2011-]
         – [ABR-2011- / r × CB]) × CFH × 44/12

Pers. 22 — Serapan Mitigasi

SM-RHL = ([AMR-2010 × RMR-2010] + [AMR-2011- × RMR-2011-]
         – [AMR-2011- / r × CB]) × CFH × 44/12

Dua skema RHL:
• Tanpa rotasi (CFH = 1): kawasan lindung dan konservasi, pohon tidak dipanen
• Dengan rotasi (CFH = 0,5): kawasan produksi, ada siklus tebang dan tanam

Parameter & faktor emisi

SimbolKeteranganNilai / Satuan
ABR-2010 / AMR-2010Luas kumulatif RHL BAU/mitigasi s.d. 2010ha
ABR-2011- / AMR-2011-Luas RHL BAU/mitigasi yang dibangun 2011–tahun pelaporanha
RBR-2010Riap BAU s.d. 20104,0 tC/ha/th (tanpa rotasi) / 5,74 tC/ha/th (dengan rotasi)
RBR-2011-Riap BAU 2011–tahun pelaporan4,0 tC/ha/th (tanpa rotasi)
RMR-2010 / RMR-2011-Riap mitigasi6,56 tC/ha/tahun
rUmur rotasi20 tahun (default)
CBCadangan karbon lahan sebelum RHL15 tC/ha
CFHFaktor koreksi pemanenan1 (tanpa rotasi) / 0,5 (dengan rotasi)
44/12Konversi C → CO₂—

Baseline nasional: 97.000 ha/th (tanpa rotasi) + 110.000 ha/th (dengan rotasi) = 207.000 ha/th total. RHL adalah aksi dengan serapan karbon terbesar dari seluruh 6 aksi kehutanan karena skala lahan jutaan hektar.

Langkah perhitungan

  1. Tentukan skema: tanpa rotasi (kawasan lindung, CFH=1) atau dengan rotasi (kawasan produksi, CFH=0,5)
  2. Tentukan luas RHL BAU per tahun: ABR-2010 (s.d. 2010) dan ABR-2011- (2011–pelaporan) dari Dashboard AFOLU
  3. Tentukan luas RHL mitigasi aktual per tahun: AMR-2010 dan AMR-2011- dari data lapangan
  4. Hitung luas kumulatif BAU dan mitigasi secara terpisah untuk dua periode (s.d. 2010 dan 2011–pelaporan)
  5. Hitung serapan baseline: SB-RHL menggunakan Pers. 21
  6. Hitung serapan mitigasi: SM-RHL menggunakan Pers. 22
  7. Hitung total serapan tambahan: SRHL = SM-RHL – SB-RHL

Contoh perhitungan

Kementerian Kehutanan, Skema Tanpa Rotasi (Tahun pelaporan 2022)

ParameterBAUMitigasi
Luas s.d. 20103.000 ha288.000 ha
Luas 2011–20221.128.000 ha1.212.000 ha
Riap (tC/ha/th)4,06,56
CB15 tC/ha
r (rotasi)20 tahun
CFH1 (tanpa rotasi)
SB-RHL = ([3.000×4,0] + [1.128.000×4,0] – [1.128.000/20×15]) × 1 × 44/12
       = (12.000 + 4.512.000 – 846.000) × 3,667
       = 13.486.000 tCO₂

SM-RHL = ([288.000×6,56] + [1.212.000×6,56] – [1.212.000/20×15]) × 1 × 44/12
       = (1.889.280 + 7.950.720 – 909.000) × 3,667
       = 32.747.000 tCO₂

SRHL   = 32.747.000 – 13.486.000 = 19.261.000 tCO₂

Serapan 19,3 juta ton CO₂ adalah yang terbesar dari seluruh aksi kehutanan. Dua faktor pengungkit: luas lahan mitigasi jauh lebih besar dari BAU, dan riap mitigasi 64% lebih tinggi dari BAU (6,56 vs 4,0 tC/ha/th).

Referensi metodologi

  • IPCC Guidelines 2006 & Revisi 2019
  • Dashboard AFOLU KLH/BPLH
  • Pedoman Penghitungan Pengurangan Emisi GRK NDC Sektor Kehutanan 2025, Persamaan 20–23