Mitigasi Iklim

Detail Aksi

Panduan dan referensi metodologi aksi mitigasi.

Kembali ke daftar
NDCFOLU-4

Pengelolaan Hutan Lestari (PHL)

Gas GRK

CO₂

Tipe hasil

Serapan karbon

Sektor

Kehutanan dan Lahan

Sub sektor

Sub Sektor Kehutanan

Rumus / formula

Pers. 20 — Total Serapan Tambahan PHL

SHS = SM-HS – SB-HS

Pers. 18 — Serapan Baseline

SB-HS = AB-HS × RB-HS × 44/12

Pers. 19 — Serapan Mitigasi

SM-HS = AM-HS × RM-HS × 44/12

Pers. 17 — Riap Terbobot Hutan Sekunder

RHS = (ANS/AHS) × RHSN + (ARL/AHS) × RHSR + (AEN/AHS) × RHSE

Parameter & faktor emisi

SimbolKeteranganNilai / Satuan
AB-HSLuas BAU hutan sekunder yang menerapkan PHLha
AM-HSLuas aktual hutan sekunder yang menerapkan PHLha
RB-HSRiap BAU hutan sekunder terbobot0,61 (2020) / 0,74 (2025) / 0,87 (2030) tC/ha/th
RM-HSRiap mitigasi hutan sekunder terbobot0,79 (2020) / 1,00 (2025) / 1,20 (2030) tC/ha/th
ANSLuas area tanpa intervensi PHLha
ARLLuas area menerapkan RIL (Reduced Impact Logging)ha
AENLuas area menerapkan pengayaan vegetasi (ENR/SILIN)ha
RHSN / RHSR / RHSERiap masing-masing: tanpa PHL / RIL / pengayaantC/ha/tahun
44/12Konversi C → CO₂—

Dua teknologi utama PHL: RIL (Reduced Impact Logging) berkontribusi 38% dan SILIN/ENR (Silviculture Intensification/Enrichment) berkontribusi 62% berdasarkan data APHI 2020. Riap BAU hutan bekas tebangan hanya 0,3 tC/ha/th — PHL dapat menaikkannya 2–4× lipat.

Langkah perhitungan

  1. Identifikasi lokasi dan luas hutan sekunder yang menerapkan PHL
  2. Tentukan luas BAU PHL (AB-HS) dari Dashboard AFOLU atau data statistik historis sebelum Permen LHK No. 8/2021
  3. Hitung riap terbobot baseline (RB-HS) menggunakan Pers. 17 berdasarkan proporsi luas RIL dan pengayaan
  4. Hitung serapan baseline: SB-HS = AB-HS × RB-HS × 44/12
  5. Tentukan luas aktual PHL (AM-HS) dari inventarisasi lapangan
  6. Hitung riap terbobot mitigasi (RM-HS) menggunakan Pers. 17
  7. Hitung serapan mitigasi: SM-HS = AM-HS × RM-HS × 44/12
  8. Hitung total serapan tambahan: SHS = SM-HS – SB-HS

Contoh perhitungan

Perusahaan HPH, Lokasi D (Tahun pelaporan 2023)

ParameterNilai
AB-HS (luas BAU sebelum Permen LHK 8/2021)250 ha
RB-HS (riap BAU 2020)0,61 tC/ha/tahun
AM-HS (luas aktual setelah Permen LHK 8/2021)750 ha
RM-HS (riap mitigasi 2020)0,79 tC/ha/tahun
SB-HS = –250 × 0,61 × 44/12 =    –559 tCO₂
SM-HS = –750 × 0,79 × 44/12 =  –2.173 tCO₂
SHS   = –2.173 – (–559)      =  –1.613 tCO₂
(negatif = serapan karbon)

Capaian nasional 2020: PHL sudah mencapai 436.000 ha — melampaui target CM1 (267.000 ha), namun masih ~10% di bawah target CM2 (490.000 ha).

Referensi metodologi

  • Permen LHK No. 8 Tahun 2021 tentang Tata Hutan dan Penyusunan Rencana Pengelolaan Hutan
  • IPCC Guidelines 2006 & Revisi 2019
  • Dashboard AFOLU KLH/BPLH
  • Pedoman Penghitungan Pengurangan Emisi GRK NDC Sektor Kehutanan 2025, Persamaan 16–20